Artikel

Menggali Sejarah dari Patiayam

Di Bukit Patiayam yang terletak di Desa Terban, Jekulo, Kudus terkuak serpihan sejarah kehidupan berberapa abad silam. Patiayam yang kini berbentuk perbukitan dahulunya ditengarai merupakan hamparan laut dan selat yang dangkal. Perubahan tersebut akibat dari letusan gunung berapi purba beribu tahun silam.

Sejak 1979 lalu, warga setempat mulai menemukan bongkahan fosil baik kecil maupun besar di area bukit. Fosilfosil itu di antaranya ialah gading gajah purba Stegodon trigonocephalus dan Molar Elephas Sp. Adapula fosil Bovidae (kelompok binatang bertanduk) yang termasuk di dalamnya ialah banteng, kerbau, dan sapi. Di samping itu juga terdapat fosil laut, yaitu berbagai jenis kerang serta ikan. Fosil-fosil oleh ilmuan diperkiraan telah berumur ratusan ribu tahun.

Temuan terakhir, ungkap salah seorang juru pelihara situs Patiayam, Ari Mustaqim, ditemukan tulang belakang Bovidae Gedung “Rumah Fosil“ baruuntuk menyimpan fosil -fosil. serta kepala banteng dan kerbau pada Januari 2013 lalu. Meskipun untuk identifikasi fosil masih menunggu pihak Balai Arkeologi (Balar) dari Yogyakarta, namun para juru pelihara situs telah memiliki bekal untuk merawat fosil yang ditemukan, seperti menyambung fosil yang hampir patah.

Berbagai temuan fosil di Patiayam telah menarik banyak minat dari para peneliti. Salah satunya Institut Teknologi Bandung (ITB). “Seringkali diadakan penggalian di bukit tersebut dalam rangka menemukan rangkaian fosil di masa lampau,” ungkapnya mengenai aktivitas pencarian fosil oleh ilmuan bekerjasama dengan warga.

Selain ahli arkeologi, pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi juga sering melakukan kunjungan di tempat ruang pamer fosil di komplek Balai Desa Terban. Bukit dan tempat fosil gajah purba juga menjadi salah satu tujuan kunjungan.

Mustaqim berharap, Situs Patiayam tidak hanya dipandang sebagai alternatif liburan dan merupakan ajang pertunjukan. Namun lebih kepada kajian sejarah untuk mengungkap secuil kisah di masa lampau.

Rumah Fosil

Pemerintah juga menyiapkan gedung baru untuk menyimpan fosil-fosil yang telah ditemukan. Sumber daya manusia untuk mengelolanya pun disiapkan. Ke depan, jelas Ari, menurut rencana akan diberlakukan tiket untuk dapat masuk di Rumah Fosil. (Dian/Info Muria)

Kami memiliki 2 tamu online

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Blog Staff
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Alumni SI
Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top